Lompati ke konten

Kisah di balik Zeredi

Seni dalam Nuansa.

Zeredi adalah aplikasi yang sedang dikembangkan untuk membantu Anda mengatur preferensi di berbagai situasi kehidupan. Ide utamanya berawal dari sebuah pertanyaan: bagaimana teknologi bisa memberi ruang bagi kekayaan pengalaman manusia—sisi berbeda dari diri kita, hal-hal yang penting di setiap momen, dan koneksi yang kita pilih untuk dijalin?

Keyakinan kami

01

Fondasi

Zeredi lahir dari keyakinan bahwa teknologi seharusnya membantu menciptakan lebih banyak ruang untuk koneksi yang autentik.

Berakar pada budaya keramahan Asia Tenggara—seni membuat setiap orang merasa dihargai dan disambut—Zeredi memadukan empati ilmu humaniora ke dalam presisi teknologi.

02

Arsitektur

Kami melihat teknologi bukan sebagai pengganti interaksi manusia, melainkan sebagai sebuah jembatan.

Latar belakang Liberal Arts membentuk pertanyaan desain kami: bagaimana kita bisa mengekspresikan apa yang penting dalam situasi tertentu? Bagaimana kita bisa berbagi sesuatu yang bermanfaat tanpa harus mengungkap segalanya? Bagaimana asisten AI bisa membantu tanpa mendikte jati diri kita? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang memandu kami membangun aplikasi ini, guna memberi ruang bagi setiap orang untuk menjadi diri mereka sendiri.

03

Jangkauan

Kami percaya bahwa preferensi adalah bahasa universal.

Arsitektur multibahasa Zeredi mengeksplorasi pertanyaan dan pilihan bersama lintas bahasa, sambil tetap memberi ruang bagi makna yang melekat pada seseorang, budaya, atau momen tertentu. Struktur bersama dapat membantu kita berkomunikasi, namun tidak bisa menghilangkan kebutuhan untuk saling mendengarkan.

Dari pendiri

Catatan Pribadi

Di dunia profesional, kita sering diminta untuk memilih satu jalur saja. Selama bertahun-tahun, saya fokus pada teknik, dan memisahkan rasa ingin tahu saya terhadap menulis, bisnis, dan filosofi. Akhirnya saya menyadari bahwa kekuatan saya bukan terletak pada spesialisasi, melainkan pada titik temu di antara semuanya.

Zeredi adalah hasil dari penggabungan dunia-dunia tersebut.

Proyek ini dimulai dari sebuah pengamatan sederhana: hambatan dari "profil tunggal." Kita tertekan untuk menampilkan diri sebagai satu hal saja, padahal kenyataannya, kita memiliki banyak sisi dan terus berkembang.

"Anda bukanlah satu profil tunggal."

Bagi saya, kemewahan adalah perasaan dipahami tanpa harus menjelaskan diri sendiri.

Zeredi menjembatani presisi teknologi dengan empati humaniora untuk membuat dunia otomatis kita menjadi lebih bermakna.

Refleksi Akhir

Dunia di mana teknologi memperkuat kemanusiaan kita.

Jurnal ini mengeksplorasi ambisi tersebut melalui situasi sehari-hari: merencanakan makanan bersama teman, menjelaskan keinginan di salon, merawat seseorang, atau tiba di tempat baru. Sisi teknisnya mengeksplorasi apa yang diperlukan agar konteks yang relevan dapat menyertai kita, tanpa harus membuka seluruh hidup kita kepada semua orang. Keduanya dimulai dengan pertanyaan yang sama: apa yang bisa membuat momen ini terasa lebih manusiawi?